Minggu, 06 Oktober 2013

Resume 3 Kreativitas : Peranan Keluarga dalam Mengembangkan Bakat & Kreativitas Anak

Menurut Amabile dalam model tentang Persimpangan Kreativitas, keberhasilan kreativitas ditentukan oleh tiga faktor yang saling berkait, yaitu keterampilan dalam bidang tertentu, keterampilan berpikir dan bekerja kreatif, dan motivasi intrinsik.

Penelitian Dacey (1989) dengan membandingkan karakteristik keluarga, menunjukkan peran yang sangat besar dari lingkungan keluarga. Dalam keluarga yang memiliki remaja yang kreatif, tidak banyak aturan yang diberlakukan dibandingkan keluarga yang biasa. Banyak di antara remaja yang kreatif pernah mengalami masa krisis dan trauma dalam kehidupannya. Sifat humor juga merupakan ciri yang sering nampak dalam kehidupan keluarga yang kreatif. Lebih dari setengah remaja yang memiliki tingkat kreativitas yang sangat tinggi karena mempunyai orang tua yang sangat kreatif. Orang tua yang menyadari bahwa anaknya mempunyai kreativitas yang sangat tinggi pada usia dini cenderung mendorong dan memberikan kesempatan bagi si anak untuk mengembangkan bakat kreatifnya. Kebanyakan dari orang tua yang mempunyai keluarga kreatif mempunyai hobi yang dikembangkan disamping karier mereka.Remaja yang kreatif cenderung lebih bekerja keras dibanding remaja yang biasa saja. Pada kelompok remaja yang kreatif, belahan otak kanan lebih mendominasi pikiran mereka. Dalam studi ini, tidak tampak perbedaan antara jenis kelamin dalam skor kreativitas.


Beberapa penelitian di Indonesia mengenai hubungan antara latar belakang keluarga, tingkat pendidikan orang tua, nilai-nilai yang ditanamkan orang tua dalam mengasuh dan mendidik anak, pada umumnya memperkuat teori dan hasil penelitian di luar negeri mengenai faktor-faktor penentu dalam meningkatkan bakat dan kinerja kreatif anak.

Sikap orang tua yang memupuk kreativitas anak adalah dengan memberikan kebebasan pada anak, menghormati keunikan anak, mempunyai hubungan emosional tetapi tidak menyebabkan ketergantungan, lebih menghargai prestasi anak, menjadi aktif, mandiri, dan menghargai kreativitas anak, dan menjadi model yang baik bagi anak. Di sisi lain, orang tua dengan keadaan sosial ekonomi yang kurang cenderung kurang pemahaman sehingga mereka kurang pemahaman dan lebih mementingkan perkembangan skolastik dan daya ingat daripada imajinasi dan kreativitas anak.


Dari beberapa penelitian, dapat disimpulkan bahwa sikap orang tua yang memupuk kreativitas anak sangat berbeda dari sikap orang tua yang tidak mementingkan perkembangan kreativitas anak. Peran orang tua dan keluarga sangat penting sebagai pendukung program anak berbakat di sekolah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar