Rabu, 24 April 2013

Pendidikan Anak Pra Sekolah

 
Program pendidikan bagi anak-anak yang masih berusia dini merupakan upaya untuk melakukan pembinaan yang ditunjukkan terhadap anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun. Program pendidikan anak pra sekolah dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan anak agar memiliki kesiapan untuk memasuki pendidikan lebih lanjut. Pendidikan anak pra sekolah dapat diselenggarakan melalui berbagai jalur baik jalur formal, nonformal, maupun informal.

Sebagaimana dipahami bahwa pendidikan anak pra sekolah merupakan jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar sekaligus merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang focus pada peletakan dasar pertumbuhan dan perkembangan fisik, yakni koordinasi motorik dan kecerdasan yang meliputi daya pikir, daya cipta, kecerdasan emosi, kecerdasan spiritual, kondisi sosio emosional serta bahasa dan komunikasi, sesuai dengan keunikan dan tahap-tahap perkembangan yang dilalui oleh anak usia dini.


 
Program pendidikan pra sekolah melalui jalur formal diselenggarakan melalui pendidikan taman kanak-kanak dengan anak yang berusia 4-6 tahun. Sedangkan jalur non formal formal diberikan pada anak dengan usia 2-4 tahun dan dilaksanakan melalui pendidikan usia dini dengan bentuk playgroup atau kelompok bermain, tempat penitipan anak, atau taman posyandu.

Materi pendidikan yang ditawarkan pada program pendidikan anak pra sekolah dirancang melalui permainan-permainan sehingga menarik perhatian anak-anak usia dini. Intinya anak-anak usia dini diharapkan belajar melalui kegiatan bermain atau bermain sambil belajar. Melalui permainan, anak-anak diharapkan dapat lebih mudah memahami dan mengerti serta mengigat segala hal yang dialami kegiatan mengikuti program pendidikan pra sekolah ini.

Untuk pendidikan anak usia antara 4-6 tahun, bentuk pembelajaran yang diberikan juga lebih kearah bermain untuk belajar. Artinya anak-anak tidak diberikan pelajaran dalam bentuk baku seperti layaknya usia dewasa tetapi materi pembelajaran dimasukkan dalam koridor bermain atau saat mereka bermain.



Mengapa pendidikan anak usia dini begitu penting untuk diperhatikan ? Usia pra sekolah (0-6 tahun) merupakan masa penting untuk perkembangan intelektual seseorang. Kondisi yang optimal pada saat anak berusia dini sangat menentukan tingkat keberhasilam pendidikannya di usia yang lebih lanjut. Perkembangan yang baik ditentukan oleh beberapa aspek diantaranya adalah adanya dukungan kesehatan, gizi dan stimulasi psikososial yang cukup pada saat pertumbuhan dan perkembangan di usia dini ini.

Kita tentu menyadari bahwa selain institusi sekolah, pada tahun-tahun belakangan ini, ada satu lembaga pendidikan yang dari segi jumlah maupun keanekaragaman bentuk terus menerus berkembang pesat : Pendidikan Anak Usia Dini atau yang lebih kita kenal dengan sebutan PAUD. Mulai dari PAUD yang cakupannya sederhana di desa-desa, PAUD modern yang menawarkan berbagai fasilitas terkini, PAUD inklusi yang mengedepankan interaksi anak berkebutuhan khusus dengan anak pada umumnya, hingga PAUD internasional yang mencoba menerapkan metode pendidikan yang telah sukses di luar negeri. Faktanya, PAUD ini juga telah menyerap tenaga pendidik hingga mencapai angka 360.000 di Indonesia. Tentunya dengan jumlah PAUD dan cakupan wilayah yang dikelolanya, pengembangan PAUD menjadi satu hal yang harus diperhatikan.

Pemerintah sedang bekerja keras membenahi institusi PAUD mengingat begitu banyak PAUD, dari segi jumlah dan latar belakang pendirian PAUD tersebut. Hal ini dapat kita maklumi karena kini hampir tiap lembaga sosial kemasyarakatan mulai berkeinginan mendirikan PAUD, misalnya ormas sosial, keagamaan, hingga ke komunitas ibu-ibu PKK

Dalam pengembangan PAUD, salah satu hal penting yang diperoleh adalah dibutuhkannya peran dari berbagai pihak, khususnya penerapan bidang ilmu psikologi, untuk menjadikan PAUD sebagai institusi nasional yang menjamin kualitas perkembangan anak sebagai masa depan bangsa ini.

Menurut saya, adapun kendala dalam menyelenggarakan pendidikan anak pra sekolah ini adalah masyarakat belum mampu memanfaatkan fasilitas pendidikan secara optimal karena faktor ekonomi yakni keterbatasan pendapatan. Padahal sudah banyak PAUD-PAUD yang dibentuk di daerah-daerah karena animo masyarakat terhadap sekolah taman kanak-kanak dan taman bermain (playgroup) yang relative tinggi. Tapi pendidikan anak pra sekolah ini  tidak “mutlak” bisa dinikmati anak-anak karena adanya faktor keterbatasan kondisi ekonomi.

Dari segi materi pendidikan yang ditawarkan, PAUD-PAUD sekarang ini “memaksa” anak-anak untuk belajar daripada bermain. Seperti membaca, berhitung, bahkan untuk bisa mahir berbahasa asing. Padahal, usia anak-anak ini adalah usia bermain. Ada baiknya menyeimbangkan antara belajar dan bermain, dan tidak memaksakan anak-anak tersebut dalam melakukan sesuatu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar